Jumat, 18 Desember 2009

Khasiat Leunca

Datanglah ke rumah makan khas Sunda. Salah satu menu yang disajikan pastilah
kerecek leunca, yaitu oncom merah yang ditumis dengan buah leunca. Di balik
rasanya yang sedikit pahit, buah ini berkhasiat.

Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa
Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai
tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca
manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya.

Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi
30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji
dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui.

Kandungannn bermanfaat
Di balik enaknya buah leunca, tersimpan khasiaaat yang luar biasa. Hasil
penelitiannn di Guangdong Provinci Cancer Research Center, Cina, tanaman
yang dapat tumbuh 3.000 m di atas permukaan laut dan bentuk daun bulat telur
dan ujung daun meruncing ini, mengandung senyawa solasonine, solasodine,
solamargine, dan solanine. Senyawa itu penghambat pertumbuhan sel kanker
yang tak terkendali.

Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan
panas,antiradang, dan antishok. Solamargine dan solasonine mempunyai efekk
antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa itu
bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung
dan saluran pernapasan.

Ekstrak daun tanaman ini, menurut Dr. Setiawan Dalimartha, Sekertaris Umum
Himpunan Pengoabtan Tradisional dan Akupuntur Indonesia (Hiptri), ammpu
menekan ascitic sarcoma, menstimulasi pembentukan sel darah, dan bersifat
kuat sebagai anticholine esterase. Kandungan kimia lainnya adalah
glikoalkaloid, solanidine, diosgenin, tigogenin, juga sedikit atropine,
saponin, dan minyak lemak.

Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak
(0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1
mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg).

70 persen Sembuh
Dr. Budi Sugiarto, dari Rumah Sakit Omni medika Center, Jakarta, menyatakan
bahwa tanaman yang buahnya renyah, sedikit pahit, dan agak langu ini sudah
lama dimanfaatkan masyarakat Cina sebagai antibiotik, antiradang, diuretik
(peluruh air kemih), menghilangkan bengkak, melancarkan darah, peluruh
dahak, antipruritus (menghilangkan gatal), pereda batuk, dan penurun demam.

Penelitian yang dilakukan di RS Guangdong Yizhou, Cina, leunca via infus
diujikan terhadap 10 penderita kanker leher rahim melalui injeksi 3 ampul
masing-masing 10 ml, 2 kali sehari. Hasilnya, 70 persen pasien sembuh dengan
bukti pemeriksaan ulang melalui foto scanning. Sisanya membutuhkan
obat-obatan lain.

Menurut H.M Yusuf, dari Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat, infus
leunca bisa dikombinasikan dengan tanaman buah makasar. Efek samoing yang
ditimbulkan dari pemberian inufs ini adadlah mual, muntah, nafsu makan
berkurang, banyak buang air kecil, dan badan terasa lemas. Namun, hal ini
akan segera hilang setelah 3 hari atau dengan pemberian obat penetralisir
seperti ginseng.

Sebagai pemakaian luar, seperti yang dianjurkan Dr. Setiawan, buah
dilumatkan atau direbus untuk pemakaian setempat (topical). Airnya untuk
mencuci bisul, radang kulit bernanah (ipetigo), eczema, gigitan ular.

Selain infus, tanaman yang diperbanyak dengan biji ini juga bisa diolah
sebagai obat. Caranya, seluruh bagian tanaman dicuci bersih lalu dijemur
hingga kering. Ambil 30-40 gram dan masak dengan 3 gelas air hingga tersisa
1 gelas. Air seduhan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Sebagai tindakan kuratif, Anda yang sehat tak ada salahnya mengonsumsi
kerecek leunca.[\spoiler]

[spoiler=khasiat lainya dari tanaman leunca] 1. Infeksi saluran kencing
Bahan dan cara pakai: luenca, rumput lidah ular, meniran, masing-masing 30
gram, direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali
sehari, masing-masing 1 gelas.

Radang Kulit
Bahan dan cara pakai: 60 gram herba segar atau 30 gram herba kering digodok
dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum sehari 2 kali.

3. Disentri
Bahan dan cara pakai: 50-60 gram daun segar ditambah 25 gram gula putih
direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari,
masing-masing 1 gelas.

4. Keputihan
Bahan dan cara pakai: daun leunca, bunga putih jengger ayam, masing-masing
30 gram, direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Minum sehari 2 kali.

5. Biduran
Bahan dan cara pakai: seluruh tanaman (tanpa akar) dilumatkan, kemudian
digosokkan ke bagian yang tubuh biduran hingga warna kulit menjadi hijau.
Lakukan sehari 2-3 kali.

6. Mata kering
Bahan dan cara pakai: 15 buah leunca yang telah masak dicuci, lalu ditelan.
Lakukan sehari 3 kal